TSr0TUriBUMiTUA8TfWoGpd7Gi==

Orang Banten Inilah yang Memberi Saran Aktivis Pati Segera Membubarkan Diri Usai Audiensi

 




Aksi 27 Agustus 2026 yang dimotori aktivis dari Pati, Jawa Tengah memang telah berlalu dan menyisakan sejumlah cerita. Salah satunya adalah cerita soal mengapa aktivis Pati segera tarik mundur setelah audiensi dengan pimpinan DPR RI.

Diketahui, para aktivis Pati sudah mendapatkan saran dari seorang aktivis Banten pada 26 Agustus 2026 malam dini hari, sebelum aksi pada siang harinya.

"Malam dini hari, tanggal 26 Agustus 2026 saya bertemu lagi dengan Mas Botok dan rombongan Pati di Pejompongan. Kepada mereka saya sampaikan bahwa ada gejala kisruh maka saya memberikan saran kepada mereka agar segera meninggalkan lokasi aksi jangan melebihi jam 12 siang," kata Kholid, aktivis asal Kabupaten Serang, Provinsi Banten menceritakan soal aksi Pati di Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026.

Cerita itu, ia sampaikan di kanal youtube Abraham Samad, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lebih lanjut Kholid menceritakan, dirinya dan bersama aktivis Banten sempat menemui rombongan Pati pada 25 Agustus 2026 untuk diskusi dan memberikan masukan kepada mereka.

"Mereka kan orang Pati dan tidak tahu detail peta di Jakarta. Karena bagaimana pun Pati berbeda dengan Jakarta sehingga saya niatnya membantu mereka," katanya.

Atas saran Kholid tersebut, tepat pada 27 Agustus 2026 setelah rombongan Pati diterima audiensi dengan pimpinan DPR RI, diantaranya Dasco, politisi Partai Gerindra, mereka langsung membubarkan diri dan kembali ke Pati.

Peristiwa ini sempat memicu reaksi dari sekelompok orang yang mengaku dikecewakan oleh massa Pati yang langsung membubarkan diri setelah audiensi. 

Dugaan Pati Ditunggangi Geng Solo
Dalam podcast tersebut, Kholid juga sempat menceritakan dugaan bahwa para aktivis Pati yang demo soal RUU Perampasan Aset dan Hukuman Mati koruptor ditunggangi Geng Solo. 

Memang itu saya juga dengar makanya dua hari sebelum aksi saya datangi rombongan Pati di Jakarta. Tujuan saya untuk memastikan dari jarak dekat apakah benar dugaan tersebut," kata Kholid.

Kholid pun mendatangi gedung DPR RI 25 Desember 2026, tapi di lokasi rombongan Pati tidak ada di tempat dan ternyata mereka menginap di Ciganjur, tempat pondok pesantrenya Gus Dur. Kholid pun datang ke Ciganjur dan berbincang dengan rombongan Pati.

"Di lokasi saya diskusi dan memberikan masukan terutama soal keamanan dan saya diberi makanan tahu tempe yang sangat sederhana sekali. Dari sini saya meyakini bahwa kelompok Pati ditunggangi Geng Solo hanya sebuah isu," terang Kholid.

Kholid menuturkan, kalau mereka benar dibelakangnnya dibackup oleh Geng Solo maka seharusnya mereka makmur, artinya makanananya juga enak. "Tapi yang saya temui mereka seperti kenal mental karena menemukan fakta berbeda dengan situasi saat demo di Pati. Ketika di Pati yang dihadapi aparat kepolisian tapi di Jakarta kok sama masyarakat, itu cerita mereka kepada saya," kata Kholid.

Menemui Jawara Betawi
Setelah bertemu dengan kelompok Pati di Ciganjur, Kholid menemui rekannya, yaitu salah seorang tokoh Betawi yang merupakan aktivis lingkungan Sungai Ciliwung di Condet. Tujuannya adalah meminta saran dan bantuan pengamanan agar para aktivis Pati dijaga.

"Walaupun saya dari Banten tapi ini kan wilayah Jakarta dan yang lebih tahu dan paham adalah temen-temen Jawara Betawi maka saya minta bantuan ke mereka," kata Kholid.

Diceritakan, sebenarnya jawara Betawi juga mendukung isu yang dibawa aktivis Pati, yaitu soal pengesahan RUU Perempasan Aset. "Jadi soal berita bahwa Jawara Betawi menolak mereka (Pati-red) tidaklah benar karena mereka juga mendukung," kata Kholid.

Namun dalam perjalananannya, kata Kholid, informasi bahwa Botok, tokoh aktivis Pati adalah orangnya Gibran kembali terdengar. "Itulah mengapa mereka tetap menjaga keamanan mereka tetapi dari jarak jauh," kata Kholid.

Kembali ke Banten
Kesokan harinya, tepat 27 Agustus 2026, Kholid pun datang ke DPR RI lagi, tetapi hanya untuk mengawal rombongan dari Pati agar tidak ada yang memanfaatkan aksi mereka dan tidak membawa massa. "Jangan sampai ketulusan mereka ditunggangi oleh orang-orang yang punya kepentingan tertentu," kata Kholid.

Tepat jam 12 siang, Kholid pun balik ke kanan ke Banten dan menyempatkan kirim whatsapp kepada Botok agar segera kembali ke Pati kalau audiensinya sudah selesai karena ada indikasi terjadinya kericuhan.

"Saya WA demikian ke Mas Botok dan langsung pulang ke Banten. Nah, kalau mereka benar-benar ditunggangi Geng Solo harusnya mereka tidak mengikuti saran saya, tapi ini kan teman-teman Pati mengikuti saran saya dengan kembali ke Pati setelah selesai audiensi. Artinya kabar itu tidak benar dan hanya isu karena saya membaca dari jarak dekat mereka orang tulus, murni gerakan rakyat," kata Kholid.

Cerita lengkap Kholid soal aksi Pati dapat Anda saksikan di podcast youtube Abraham Samad berikut ini Terbongkar Misteri di Balik Skenario Rusuh Demo 27 Agustus. Ada Apa Dengan Kawan Pati? ***


Type above and press Enter to search.