Dalam kehidupan sekarang, kepekaan sosial terkadang semakin berkurang. Kita hidup di zaman yang sangat mudah untuk berkomunikasi."_
Mendengar kata pendidikan, yang terlintas
pertama di pikiran kita hanya sebatas guru, sekolah, ujian, tugas dan juga
nilai. Bahkan sejak dari kecil kita selalu disuguhkan dengan narasi pendidikan
untuk bekerja. Artinya orangtua menyekolahkan anaknya berharap anak tersebut
bisa mendapatkan kerja di suatu saat nanti.
Para Siswa dalam ruang belajar mereka dituntut untuk mendapatkan nilai yang bagus atau ranking agar lebih mudah ketika ingin melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi dan pekerjaan yang lebih layak. Semua itu penting.
Namun, Menurut saya ada yang hilang dari makna pendidikan ini, seharusnya pendidikan tidak hanya berhenti pada persoalan nilai, ijazah, atau pekerjaan. Pendidikan sejatinya punya tujuan untuk membentuk manusia agar mampu hidup bersama orang lain.
Manusia tidak bisa hidup sendirian, karena seseorang tidak cukup hanya memiliki kecerdasan akademik. Ia juga perlu memiliki rasa peduli terhadap keadaan sekitarnya, disinilah kepekaan sosial menjadi sesuatu yang penting.
Kepekaan sosial bagi saya ialah kemampuan seseorang untuk menyadari dan memahami keadaan orang lain serta lingkungan di sekitarnya. Seseorang yang memiliki kepekaan sosial tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Ketika melihat orang lain mengalami kesulitan, ia memiliki rasa untuk membantu.
Ketika melihat adanya ketidakadilan, iya tidak langsung menganggapnya sebagai sesuatu yang biasa. Ketika lingkungan kotor, ia sadar bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan. Hal seperti ini memang terlihat sederhana, tetapi sebenarnya menunjukkan bagaimana seseorang memandang kehidupan bersama.
Sayangnya, dalam kehidupan sekarang, kepekaan sosial terkadang semakin berkurang. Kita hidup di zaman yang sangat mudah untuk berkomunikasi. Hampir semua orang memilki gadget dan dapat berkomunikasi lewat sosial media. Kita bisa mengetahui kejadian yang terjadi di tempat yang jauh hanya dalam beberapa detik. Akan tetapi, Kemudahan tersebut tidak selalu membuat kita semakin peduli.
Pendidikan Tidak Hanya Tentang Nilai
Salah satu kesalahan dalam memandang
pendidikan adalah ketika keberhasilan seseorang hanya dilihat dari nilai yang
diperolehnya. Saya sendiri berpandangan bahwa ilmu pengetahuan akan terasa
lebih bermakna ketika dapat memberikan manfaat bagi orang lain.
"Tidak ada gunanya seseorang memiliki pengetahuan yang luas tetapi menggunakan pengetahuannya untuk merugikan orang lain. Karena itu, kecerdasan dan kepekaan sosial harus berjalan bersama"
Kepekaan sosial sangat berkaitan dengan empati yang berarti kemampuan untuk mencoba memahami perasaan dan keadaan orang lain. Seseorang yang empati tidak akan mudah memberikan penilaian sebelum mengetahui keadaan sebenarnya.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering
menyimpulkan orang terlalu cepat, seperti halnya, seseorang tidak masuk sekolah
dianggap malas. Padahal, kita tidak pernah tau apa yang sedang dialami orang
tersebut. Mungkin siswa yang tidak masuk sekolah sedang memiliki masalah
keluarga atau ada persoalan dalam keadaan ekonomi. pesan pentingnya ialah kita
perlu belajar memahami keadaan sebelum memberikan penilaian.
Penulis,
Mantan Presiden Mahasiswa Untirta Banten

Social Footer