Upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).Akademi & Universitas
Salah satunya melalui Workshop Edukasi Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Limbah Rumah Tangga yang digelar KKM Tematik Untirta Kelompok 38 di Aula Desa Talaga Warna, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Jumat (24/7).
Kegiatan tersebut menjadi program unggulan KKM Tematik Kelompok 38 dalam mengajak masyarakat memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomis.
Workshop menghadirkan Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Pabuaran, Arifullah, sebagai narasumber. Ia menjelaskan, limbah organik rumah tangga yang selama ini kerap dibuang begitu saja sebenarnya memiliki potensi besar untuk diolah menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat bagi berbagai jenis tanaman.
Menurut Arifullah, pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk tidak hanya membantu mengurangi timbunan sampah rumah tangga, tetapi juga mendukung penerapan pertanian yang lebih berkelanjutan.
“Pembuatan pupuk organik cair merupakan langkah sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Selain mengurangi limbah, hasilnya juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanaman,” ujar Arifullah.
Ketua KKM Tematik Untirta Kelompok 38, Diah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui edukasi pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap limbah organik sebagai sampah yang tidak memiliki manfaat. Padahal, apabila diolah dengan baik, limbah tersebut dapat menjadi sumber daya yang berguna bagi kebutuhan pertanian maupun tanaman pekarangan.
“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa limbah organik bukan sekadar sampah, melainkan sumber daya yang dapat dimanfaatkan. Edukasi seperti ini diharapkan mampu mendorong pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan,” katanya.
Tidak hanya memberikan materi, workshop juga diisi dengan praktik langsung pembuatan pupuk organik cair. Peserta diajak mempelajari tahapan pengolahan limbah, proses fermentasi, hingga cara penggunaan pupuk pada tanaman dengan pendampingan dari narasumber dan mahasiswa KKM. (*)

Social Footer